Selasa, 24 Maret 2015

Sepeda gunung

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Sepeda gunung (InggrisAll Terrain Bike /ATB atau Mountain Bike /MTB) adalah sepeda yang digunakan dalam medan yang berat. Pertama kali diperkenalan pada tahun 1970, oleh pemakai sepeda di perbukitan San Fransisco.
Sejak saat itu dunia mengenal sepeda gunung ini. Ciri-cirinya adalah ringan, bentuk kerangka yang terbuat dari baja, aluminium dan yang terbaru menggunakan bahan komposit serat karbon (Carbon Fiber Reinforced Plastic) dan menggunakan shock breaker (peredam goncangan). Sedangkan ban yang dipakai adalah yang memiliki kemampuan untuk mencengkeram tanah dengan kuat. Sepeda gunung memiliki 18-30 gear pindah yang berguna untuk mengatur kecepatan dan kenyamanan dalam mengayuh pedalnya. Sepeda gunung dengan 30 gear berarti memiliki cranksetdepan dengan 3 piringan dan cassette sprocket dengan 10 piringan, sehingga 3 x 10 = 30 tingkat kecepatan yang berbeda.

Klasifikasi[sunting | sunting sumber]

Berdasarkan fungsi[sunting | sunting sumber]

Secara umum sepeda gunung dibagi menjadi 5 jenis menurut disiplin atau fungsi bersepeda, diantaranya yaitu:
Sepeda gunung disiplin Cross Country (XC) dan bertipe Hard Tail (HT)
  • Cross Country (XC)
Dirancang untuk medan yang tidak terlalu ekstrem (ringan), sepeda jenis ini hanya mempunyai suspensi depan atau tanpa suspensi sama sekali. Karena hanya memiliki suspensi depan biasanya sepeda gunung jenis ini dikategorikan sebagai rigid frame. Didesain agar efisien dan optimal pada saat mengayuh ditanjakan, di jalan aspal hingga jalan tanah pedesaan. Sepeda jenis ini sangatlah disarankan bagi pemula yang ingin memulai bermain MTB.
  • All Mountain (AM)
Biasa dipakai untuk jalur perpaduan antara Cross Country (XC) dan Down Hill ringan (light DH). Didesain untuk melintasi alam yang berat seperti naik dan turun bukit, masuk hutan, melintasi medan berbatu, dan menjelajah medan offroad jarak jauh. Memiliki 2 suspensi depan dan belakang (double suspension). Panjang suspensi belakang (rear suspension) sekitar 6 inchi dan panjang suspensi depan (fork) mulai dari 140mm s/d 160mm. Pemakai dapat melakukan pendakian gunung dengan baik (tidak berat), sekaligus juga dapat menuruni gunung dengan cepat (tidak berguncang-guncang), karena panjang suspensi yang optimal. Keunggulan sepeda jenis ini ada pada ketahanan dan kenyamanannya untuk dikendarai.
  • Free Ride (FR)
Dirancang untuk mampu bertahan melakukan lompatan tinggi (drop off) dan kondisi ekstrim sejenisnya. Rangkanya kuat namun tidak secepat dan selincah sepeda jenis All Mountain, karena bobotnya yang lebih berat, maka kurang cocok untuk digunakan dalam perjalanan jarak jauh dan sangat tidak cocok untuk tanjakan.
  • Down Hill (DH)
Sepeda gunung disiplin Downhilldan bertipe Full Suspension. Sepeda Polygon dikendarai rider InternasionalFabien Cousinie.
Untuk medan yang sangat ekstrem, sepeda gunung jenis ini mempunyaisuspensi ganda (double suspension) untuk meredam benturan yang kerap terjadi ketika menuruni lereng dan dapat menikung dengan stabil pada kecepatan tinggi. Dirancang agar dapat melaju cepat, aman dan nyaman dalam menuruni bukit dan gunung. Sepeda jenis ini tidak mengutamakan kenyaman dalam mengayuh, karena sepeda jenis ini hanya dipakai hanya untuk menuruni lereng bukit atau gunung. Sepeda ini juga dipakai untuk perlombaan, sehingga yang menjadi titik utama dalam perancangannya adalah bagaimana agar kuat namun dapat melaju dengan cepat. Untuk menuju ke lokasi, para down hillertidak mengayuh sepeda mereka, namun sepeda mereka diangkut denganmobil. Sangat tidak efisien jika sepeda ini digunakan di dalam kota maupun di jalur cross country.
  • Dirt Jump (DJ)
Sepeda jenis ini awalnya dirancang untuk anak muda perkotaan, selain sebagai alat transportasi, untuk kebut-kebutan di jalan raya kota, juga digunakan untuk melakukan atraksi lompatan tinggi dan atraksi-atraksi ekstrim lainnya. Fungsi dari sepeda jenis ini sangat mirip dengan BMX, namun dengan bentuk yang diperbesar. Nama lain dari sepeda jenis ini adalah trial atau urban MTB.

Berdasarkan jenis frame[sunting | sunting sumber]

Sedangkan tipe sepeda gunung dibagi lagi menjadi berdasarkan dua jenis frame, yaitu:
  • Hard Tail
Jenis ini memiliki bagian depan yang bersuspensi, sedangkan frame dengan bagian chain stay kaku tanpa ada suspensi. Tipe hard tail biasanya dipakai di medan yang bervariasi. Tipe hard tail sendiri bisa dicirikan dari adanya satu shockbreaker di garpu depan. Kalau tipe ini lebih cepat mendapatkan momentum ketika digenjot sehingga untuk mendapat kecepatan maksimum jadi lebih gampang. Tipe ini cocok buat yang senang cross country atau main di daerah pedesaan. Untuk yang suka modifikasi, kita bisa menambah shockbreaker, rem cakram, menambah gir, dan lain-lain.
  • Full Suspension
Sepeda jenis ini memiliki suspensi untuk bagian garpu depan dan bagian chain stay. Mekanisme kerja peredam kejut di bagian chain stay menggunakan penggerak (pivot) yang menghubungkan lower dan upper chain stay, sehingga membuat ban belakang dapat naik-turun mengikuti kontur medan yang dilalui. Untuk full suspension biasanya dipakai buat penggemar turunan atau downhill. Hal ini penting karena getaran sepeda saat turun bisa diredam olehshockbreaker di garpu depan dan belakang sepeda. Sepeda jenis ini biasanya fork (garpu) depannya lebih tinggi ketimbang belakang. Soalnya ketika di turunan, sudut kemiringan sepeda enggak akan terlalu ekstrem. Alhasil sepeda jadi lebih mudah dikontrol.

Trivia[sunting | sunting sumber]

  • Ketika pertama kali dipamerkan pada New York Bike Show pada tahun 1981, penemu sepeda gunung mengatakan bahwa sepeda jenis ini tidak akan pernah populer. Kenyataannya 80% sepeda yang terjual di Amerika Serikatadalah jenis ini.
  • Sepeda gunung adalah jenis sepeda yang pertama kali dinaiki sampai ke puncak gunung Kilimanjaro, titik tertinggi di benua Afrika , 5.895 m.[1]

Sabtu, 20 September 2014

Belajar Itu Selezat Coklat!





  Belajar Itu Selezat Coklat! Suer Deh!
"Belajar kok selezat COKLAT?? Apanya yang lezat??
Yang namanya Belajar itu BERAATT!!
Kalo males, bakal kuwalat. Ngerjain PR telat... bisa kena damprat!
Belajar terus mana kuat!!!"
Hehee... yang punya anggapan begitu, pasti dia belum tau kalau belajar itu bisa bikin kita keenakan. Yang tadinya beban, malah bisa ketagihan 
  
 Eh, tapi ngomong-ngomong pada doyan cokelat kan? Selain rasanya enak, coklat juga berkhasiat. Kandungan bahan kimiawi yang ada di dalamnya seperti Teobromin, Fanetilamina, dan Andamimida yang memiliki efek fisiologis untuk tubuh dan kandungan ini banyak dihubungkan dengan serotonin dalam otak dan bisa membuat kita rileks, tapi nggak bikin ngantukdan bisa menaikan mood juga.

   Udah ah, jadi ngomongin coklat, hehee... Ngomong-ngomong ujian tinggal beberapa hari lama lagi nih? Hmmm... rasanya baru kemarin ya mengerjakan tugas, menyelesaikan PR, dan belajar untuk kenaikan kelas 9 tapi ternyata, ujian sudah didepan mata lagi. Tapi sebagai pelajar, kita tidak bisa menghindari ujian. Karena tujuan dari ujian yaitu mengevaluasi pemahaman kita terhadap materi yang telah kita pelajari.

  Banyak korban yang begelimpangan karena mengaku setiap kali ketemu sama yang namanya belajar, mereka akan kena yang namanya Belajarophobia, seperti mengantuk saat baca buku pelajaran, jantung berdebar saat lupa ngerjain PR, hilang nafsu makan saat tau nilai ulangan jeblok, hingga pusing saat ngerjain PR matematika, dan sakit perut saat guru maju nyuruh ngerjain soal di depan.

  Jadi, apakah kamu termasuk salah satu yang terkena Belajarophobia? ini tandanya jendela kamar kamu masih kamu buka.. karena kamu sistem belajarnya SKS ata sistem kebut semalam, berikut adalah kesalahan-kesalahn yang sering dilakukan sehingga terkena Belajarophobia

  1. Kesalahan Pertama: Belajar SKS
Belajar SKS, membawa kita pada niat yang salah, yaitu niatnya hanya cari nilai, bukan cari ilmu. Besok pagi ujian, malam ini baru belajar. Okelah mungkin paginya kamu lancar-lancar saja, tapi kalau sorenya ditanya lagi pasti sudah mulai lupa lupa ingat, besoknya ditanya, Bengong, minggu depanya ditanya lagi, pasti sudah hilang.

     Inilah mengapa para siswa merasa cemas menghadapi ujian, padahal materinya sudah dipelajari, tapi karena belajarnya SKS, akhirnya kita harus mengulang deh semua pelajaran yang sudah dipelajari. Seharusnya sebagai pelajar, kapanpun ujian ditentukan waktunya meskipun mendadak, sudah siap penguasaan materi.

     2. Kesalahan Kedua: Semua Tergantung Gurunya
Setiap guru punya kekurangan dan kelebihan masing-masing seperti kita, dengan segala kekurangan dan kelebihan itu, semua guru pasti berkeinginan muridnya jadi anak pintar dan lulus ujian. Namun kadang masih ada anggapan dari diri kita bahwa penyebab utama keberhasilan adalah guru. kalau nilai kita bagus, kita bilang gurunya ngajarnya enak, namun kalau nilai kita jeblok, kita bilang gururnya yang nggak bisa ngajar

     Emang sihh... guru punya peran yang besar untuk menentukan keberhasilan seorang siswa, dan dari guru yang berkualitas pula siswa-siswi yang berkualitas dilahirkan. Tapi keliru kalau kita menganggap bahwa guru adalah kunci kesuksesan utama dalam belajar
     
     Yang menetukan keberhasilan kita adalah kita sendiri, bisa aja gurunya nggak pinter ngajar, tapi kalau kita punya semangat yang kuat dalam belajar kita akan mencari ilmu yang tidak kita mengerti dari siapapun, jadi kalo kita beranggapan bahwa guru itu faktor utama, kita gak bakal punya dorongan untuk memperkya pengetahuan yang kita dapat dari sang guru.

   jadi tanamkan pada diri kita bahwa gagal dan berhasilnya saya dalam belajar, itu tergantung diri saya sendiri. Jika prinsip ini sudah tertanam di diri kita, kita nggak akan kena lagi tuh yang namanya males-malasan dalam belajar. Karena kalau kita tidak belajar dan cuma puas dengan pelajaran dari guru saja, maka kita sendiri yang akan menanggung akibatnya.

     3. Kesalahan Ketiga: Puas Dengan Prestasi Belajar Yang Rendah
Banyak dari kta yang merasa puas dengan nilai enam untuk matematika. Jika ditanya, "Kenapa cuma dapat nilai enam?" jawabnya "itu sudah bagus, yang dapet empat, lima saja banyak"

     memang betul kalau ita harus bersyukur atas apa yang kita peroleh, namun jangan sampai kita salah menempatkan makna syukur. jika kitapunya potensi mendapatkan nilai delapan tetapi kita hanya dapat nilai enam artinya kita sudah mendholimi diri sendiri. Pantaskah hasil dari pelecehan terhadap potensi sendiri kita syukuri?

     Allah telah memberikan potensi kepada setiap manusia untuk berprestasi optimal. Konsekuensinya adalah kita harus menggapai prestasi yang optimal. Salah satu caraanya adalah mengevaluasi siri atas hasil belajar yang telah diraih, itulah sebabnya hal penting yang harus dilakukan ketika tau nilai kita enam adalah bertanya kepada diri kita sendiri: "Mengapa saya mendapat enam? sampai situkah potensi saya? apakah hal yang mustahil mendapat nilai lebih dari itu? sudah optimalkah saya? mengapa masih ada teman yang nilainya diatas saya? mengapa mereka bisa mendapat sembilan sedangkan saya tidak? apa yang harus saya lakukan agar ulangan saya bisa mendapat delapan, sembilan, bahkan sepuluh?"

     dari pertanyaan diatas kita dapat menyimpulkan secara objektif: apakah saya harus bersyukur atau beristighfar dengan nilai tersebut,  biasakan untuk tidak cepat puas dengan prestasi yang ada, Berusahalah mengejar prestasi yang lebih baik dari yang pernah didapat.

     Nah, setelah tau kesalahan apa aja yang bikin si dia yang namanya nggak boleh disebutin jadi berat, apasih yang bisa membuatnya jadi menyenagkan? apa yang bisa bikin dia jadi selezat coklat? Gimana sih biar kita cinta sama yang namanya belajar dan kangen sama yang namanya belajar? maka jangan alergi dulu sama yang namanya "Belajar" anggaplah belajar itu sebagai potongan-potongan coklat yang akan kita lumat di mulut. Lalu bagaimana resepnya bikin belajar jadi selezat coket? nah... berikut adalah resepnya, cekidot:

     1. Potongan Cokelat 1: Tau Manfaat Belajar
Yes... pertama kali kita harus tau dulu khasiat dan manfaat yang paling mujarab dari belajar. Inget ya, biar gimana pun, kita nggak bisa ngelewatin satu bidang studi untuk tidak kita pelajari, karena biar bagaimanapun kita butuh belajar untuk lulus ujian, mau nggak lulus ujian gara-gara ngelewatin satu bidang studi aja? pastinya nggak dong, so.. jadikanlah belajar jadi kebiasaan, belajar akan jadi kebutuhan, maka belajar itu pasti akan bikin ke asyikan lho. Ada ujian tinggal BRANGKAT!! ada PR? SIKAT!! ngerjain soal? LEWAT! guru tanya? EMBAT!! makanya... SEMANGAT!!!

     2. Potongan Coklat 2: Semangat Belajar
Kamu pernah baca novel Harry Potter yang tebalnya sebantal? kenapa kamu semangat untuk menyelesaikan ceritanya? jawabanya satu, pasti karena kamu penasaran

    Nah, timbulkan juga dong rasa penasaran yang sama paada semua pelajaran disekolah, apa manfaat pelajaran tersebutyang bisa kamu terapkan dalam kehidupan nyata. Akhirnya jadi semangat belajar deh...

     Iya, semangat belajar itu pentingnya bukan main. Ini poin yang kedua. Kita bisa mencontoh Imam Syafi'i yang sejak umur 2 tahun ayahnya meninggal dan hidup bersama ibunya dalam keadaan miskin bin melarat sehingga tidak mampu membayar gurunya yang mengajarinya Al-Qur'an

     Meskipun begitu, Syafi'i kecil yang ketika itu belum menjadi imam tidak minder. saat di kuttab (kalau sekarang TPA), beliau mendengarkan gurunya mengajar murid-muridnya ayat-ayat Al-Qur'an, dan beliau langsung menghafalkanya. Apabila gurunya mendiktekan sesuatu, belum sampai selesai membacakan pada muridnya, syafi'i kecil sudah menghafal seluruhnya yang telah didiktekan gurunya. Hingga pada suatu hari gurunya berkata "Demi Allah, aku tidak pantas mengambil bayaran dari kamu sesenpun."

     sungguh semangat Imam Syafi'i kecil dalam menuntut ilmu patut ditiru! Makanya wajar kalau beliau:
  • Hafal Al-Qur'an sejak umur 7 tahun
  • Diizinkan mengeluarkan fatwa oleh gurunya pada usia 15 tahun
  • Hafal ilmu fikih dari ulama makkah pada umur 20 tahun
  • Hafal Al-Muwaththa' karya imam malik lengkap dengan sanadnya dalam 9 malam
  • Menjadi orang pertama yang merumuskan kaidah ushul fiqih
  • membuat 1000 kesimpulan hukum lengkap disertai dalil dari renungan atas sebuah hadist pendek dalam semalam
     Jadi meskipun kemampuan kita terbatas, jangan dijadikan sebagai masalah, Justru jadikan keterbatasan itu sebagai batu loncatan untuk maju ke impian yang ada di depan sana, bukan malah menganggapnya sebagai batu sandungan.

     3. Potongan Coklat 3: Ya Sudah Mulai Saja!
Lalu cara ketiga membuat belajar menyenangkan adalah MEMULAI, Iya memulai, kalau kelamaan ditunda tinda malah nggak jadi jadi. Semakin pandailah kita menjadi ahli penunda.

     Banyak yang suka ngeluh dan bingung saat mana yang tepat untuk belajar. Nggak mood lah, lagi M lah (Males) dan seabrek kambing hitam lainya...

     Okelah sekarang kita mau Ngerumpiin yang namanya "Males", setiap manusia juga pernah ngerasain males, termasuk juga saya, bukan belajarnya sih yang males, tapi kadang dari rumah menuju sekolah atau tempat les itu.. jalanya yang bikin males, tapi paksain! ya, harus dipaksa... jangan dulu bilang ini pemaksaan, nggak semua pemaksaan itu buruk lho...

     Nah begitupun belajar. Saat rasa malas itu datang, paksakan untuk tetap belajar. Caranya, tanamkan sugesti dalam diri kamu bahwa kali ini hanya akan belajar selama 5 menit saja, tidak lebih! Huh ngapai lama lama! udah, jangan kebanyakan alasan lagi. tetap paksakan  untuk mulai, tekadkan cukup lima menit saja.
     Mulai... Belajar
     Ssst... Jangan berisik
     5 menit berlalu.... ntar dulu, sedikit lagi deh
     7 menit berlalu... tanggung
     10 menit berlalu... eh, kayanya ada kaitanya sama catatan kemarin deh, mana ya buku catatanya/

     Naahhh... malah ketagihan kan? Ketauhila bahwa sesungguhnya yang bikin males itu bukan belajarnya, tapi memulainya. Karena kalau sudah mulai, kesan pertama begitu menggoda, selanjutnya terserah anda... inget ya, teknik '5 menit  saja' terapkan kalau lagi datang M nya alias Malas

     Jadi nggak ada alasan lagi dong buat menghindari belajar, ingat ujian sudah dekat, ubah sikap dan kebiasaan kalu mau masuk sekolah impian. Nikmatilah proses belajarmu itu, rasa ingin tau atau penasaran itulah yang bikin nikmat. Orang bisa sukses karena hadiah dari proses belajar yang telah mereka lalui, meskipun memang tidak selamanya menyenangkan. no pain no gain lah,,,
     
Oke, selamat melumat-lumat lembut kelezatan belajarmu.